What About Us

A crazy bunch of people who does crazy things (in the perspective of the world). Truth is... we study, not because we want to change the world. But because we want to change ourselves, so we shall be a role model for the rest of the world & help our community. Speak less, do more... We learn to develop a good moral, empathy and skills. Our aim is to be of a good influence to the world through the performing arts (music, dance and drama) that we create. We share it to others just because we care.

Wednesday, December 7, 2011

Pernapasan Yang Benar Bagi Vokalis

(Right Breathing for Vocalists)


Diaphragmatic Breathing (Pernapasan Diafragma)

Pernapasan diafragma adalah pernapasan yang dilakukan dengan memaksimalkan fungsi paru-paru sampai ke paru-paru bagian bawah. Paru-paru bagian bawah yang mengembang akan mendorong diafragma sehingga kapasitas paru-paru untuk menerima udara yang dihirup akan lebih banyak/maksimal.




Pernapasan diafragma sangat berguna bagi tubuh manusia karena :
  • Meningkatkan kapasitas paru-paru dalam bernapas
  • Meningkatkan kapasitas paru-paru untuk memberi oksigen yang cukup ke peredaran darah
  • Meningkatkan kemampuan tubuh dalam memulihkan diri dan dalam proses pembuangan kotoran tubuh
  • Membantu dalam menghilangkan stress



Chest Breathing/Thoracic Breathing (Pernapasan Dada)

Pernapasan dada adalah pernapasan yang menggunakan kurang dari setengah paru-paru bagian atas. Udara yang dihirup hanya sampai pada paru-paru bagian atas dan tidak sampai ke lapisan bawah paru-paru. Pernapasan ini tidak disarankan oleh dokter dan para ahli kesehatan, karena pernapasan jenis ini membutuhkan usaha yang besar tetapi memberikan hasil yang sedikit (tidak produktif). Hal ini dikarenakan paru-paru bagian atas tertahan oleh tulang rusuk/rongga dada sehingga paru-paru tidak dapat mengembang dengan sempurna/leluasa.

Oleh karena itu, udara yang dihirup tidak akan bisa maksimal dan efek lainnya adalah akan menyebabkan otot leher, pundak, dan kepala menjadi tegang. Selain itu, efek lainnya yang kurang baik adalah :
  • Menyebabkan kurangnya aliran oksigen di peredaran darah
  • Menyebabkan kelenjar getah bening tidak berfungsi dengan lancar (stagnan)
  • Meningkatkan stress



Head Breathing (Pernapasan Kepala)

Pernapasan kepala sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pernapasan diafragma. Dalam prakteknya pernapasan ini tetap menggunakan cara yang sama seperti pernapasan diafragma, hanya saja aliran pernapasan ini lebih difokus ke kepala, yaitu otak dan rongga-rongga yang ada di tulang tengkorak, atau dengan kata lain memfokuskan sirkulasi darah ke otak. Hal ini juga berfungsi untuk menurunkan tingkat stress, juga meningkatkan dan menyegarkan fungsi kerja otak.

Pernapasan jenis ini sering dilakukan pada praktek olahraga yang menggunakan pernapasan rileks seperti taichi dan yoga. Dalam yoga, kegunaan dari pernapasan kepala adalah untuk membersihkan dan membangunkan cakra di bagian kepala (higher chakra) dan meningkatkan energi yang bersih.


Aplikasi Pada Produksi Vokal

Aplikasi pernapasan yang paling efektif pada produksi vokal adalah pernapasan diafragma dan pernapasan kepala.

  • Pernapasan Diafragma

Pernapasan diafragma sangat berfungsi ketika berlatih vokal dan bernyanyi. Dengan menggunakan pernapasan diafragma, volume udara yang dihirup paru-paru menjadi lebih banyak sehingga sangat membantu agar kita dapat mengatur produksi suara dengan lebih leluasa dan lebih rileks. Dengan volume udara yang lebih banyak, nafas yang kita keluarkan juga akan lebih panjang sehingga sangat membantu dalam menyanyikan nada-nada atau melodi yang panjang. Pernapasan ini juga membantu tubuh kita agar rileks ketika berlatih vokal dan bernyanyi.

  • Pernapasan Kepala

Pernapasan kepala membantu meresonansikan suara yang diproduksi dengan lebih maksimal. Hal ini dikarenakan banyak rongga-rongga yang ada di kepala (tulang tengkorak) yang berguna untuk memperbesar (amplify) volume suara yang dihasilkan. Jadi, bunyi yang telah diproduksi oleh pita suara dengan bantuan pernapasan diafragma akan diperbesar kembali volumenya pada rongga-rongga di kepala, dengan bantuan udara/nafas yang membawa suara yang sebelumnya dihasilkan tersebut.

No comments:

Post a Comment