What About Us

A crazy bunch of people who does crazy things (in the perspective of the world). Truth is... we study, not because we want to change the world. But because we want to change ourselves, so we shall be a role model for the rest of the world & help our community. Speak less, do more... We learn to develop a good moral, empathy and skills. Our aim is to be of a good influence to the world through the performing arts (music, dance and drama) that we create. We share it to others just because we care.

Sunday, October 28, 2012

PUISI by Diana

The Tree

Shhh the swaying giant
Swaying in surrender
Shhh serene and silent
That's so rare to find
Shhhe is resting in peace
Alert and Wide awake
Shhhe witness many things
From the post where she was assigned.

Sun and moon dip & rise
In variant constellations
With gladness, she receive those beams
And grew... and grew... and grew...

Spreading out
Root by root, stem by stem
Each leaves
Filled with stories beyond centuries
Giving back
Food for the faunas, her sweetest fruits & leaves

Shuffling leaves like cards,
one is never the same like another.
Falling ones in a while
Or the wintry autumn breeze
Painting the forest floor
with grades of colours
The art in which Monet learnt
to replicate with oil on canvas

If one would took a bit of one's time
And sit under her shady warm embrace
She will protect you like her own children

She will sing to you mystical stories,
And tell you the wisdoms of mother earth
And the ancient secrets of our creation

Only to be halted by men and their ego
The power and advantage they have
of having the speed of movement
But lack of wisdom, lack of heart
Wisdom teeth does nothing for their wisdom!
Pull out their heart, for they need none!

Rrrrr Rrraging Bulldozer
She protest none to the fate
Her legacy have been forgotten
Like many brave martyrs, victim of the war

Ssssshhhh in surrender she sways
Only to sing a silent song of forgiveness
For these son of men,
to whom ancestors she had nurtured before.

The songs of the forest fade
As the mystical choruses disappears
Only gold diggers and cracked soil
With death written all over it.

With her arms & legs, toes & fingers
All the pieces of her decapitated body
She still protect some from rain & storm
Some burnt to give warmth for men


And she resonated my heart
Through the tunes I play
On this piano...
She tells me mystical stories,
And tells me the wisdoms of mother earth
And the ancient secrets of our creation
Ever so gentle, from bud to flower

PUISI by Yasintha


INSPIRASI 1
Waktu (Edwin Hidayat)

Kenapa tak mau menunggu
Lihatlah ku berlari mengejarmu
Langkah tersuruk di jalan berdebu

Mata kaki mata hati
Kenapa tak mau pergi
Bagai tersangkut pada duri
Terikat pada penggal memori


INSPIRASI 2
Rabindranath Tagore
The butterfly counts not months but moments,
and has time enough.
Time is a wealth of change,
but the clock in its parody makes it mere change and no wealth
Let your life lightly dance on the edges of Time
like dew on the tip of a leaf.

---- 

Waktu 

by Yasintha
Waktu tak dapat dikejar
Waktu tak dapat ditunda
Waktu terus berputar
Laksana taufan yang melanda

Berputarlah bersama waktu
Bertemanlah dengan waktu
Gandengkan tanganmu dengan waktu
Niscaya asa tak akan surut

PUISI by Tarrasch


Dia

Dia datang ketika ku mengenang
Dia datang diatas hujan yang menggenang
Mengapa dia kemari? Apa yang dicari?

Kepala yang matang dibalik muka yang cemerlang
Di dalam hati yang gersang, dia datang.
Mengapa dia kemari? Apa yang dicari?

Sungguh penasaran ini menghantui.
Tanpa tahu apa yang dimaui.
Tangannya yang elok melambai
untuk sesosok tangan yang melambai.

Sungguh ingin ku raih tangannya.
Meski harus melambai tanpa jera.
Sungguh ingin ku ketahui dirinya.
Meski harus mencoba seterusnya.

Ah, apa yang kupikirkan.
Apa yang bisa ku karyakan jika aku buta tentang dia?
Apa yang bisa ku dapatkan jika ini hanya sebuah jenaka?
Apa yang bisa ku pertahankan jika ini hanya nafsu belaka?
Apa yang bisa ku rasakan, jika ini hanyalah sebuah mimpi belaka?

Baiklah. Biarlah ini menjadi mimpi..
Dengan akhir yang tidak diketahui..

PUISI by Pradnya


Poems as Lyrics
I write. Volumes. Fictions, most of all, sometimes articles when I have to. But poems are my cup of tea. I can sit down with my legs crossed on my bed for hours just typing the words that just happen to float through. I cannot say that my poems are influenced by a particular individual, because when it comes to the task of reading, I can only stand works of fiction. But I’m very fond of the works by Sapardi Djoko Damono (Indonesian litterateur—his love poems can turn your Ferrero Rocher into a blob of Nutella), Sutardji Calzoum Bachri (another great Indonesian litterateur according to me, he has written some pretty bizarre-awesome stuff), and Shel Silverstein (an American poet who writes a lot of children poems, but some of his works are dark, mystical, and…it just sort of made me cry reading his own ‘When The Sidewalk Ends’. Beautiful work of art.) 
And now, we come to the task of giving the words a blow of melody. So far I have zero achievement on the medal of turn-your-poems-into-songs. Mostly because I think too much—I mean, if my poems are going to be songs, they better be GREAT. And I cannot write pretty melodies or clean chord progressions. Yet. So I think it would be awesome if I get to collaborate with someone who writes good music with no lyrics, we can sort of complete each other. Not that I’m a good writer. I have still heaps to learn. But yeah, it sounds cool to even speak the word ‘collaborate’. Makes me feel pro.
I’m putting one of Shel’s and Mr. Sapardi Djoko Damono’s and TWO of Mr. Sutardji Calzoum Bachri’s (because he’s really something) poems that have, cornily said, changed my perspective of literature.

Shel Silverstein
When The Sidewalk Ends
There is a place where the sidewalk ends
and before the street begins,
and there the grass grows soft and white,
and there the sun burns crimson bright,
and there the moon-bird rests from his flight
to cool in the peppermint wind.

Let us leave this place where the smoke blows black
and the dark street winds and bends.

PUISI by Donny Destiano


DIA dan AKU

By. Beyon

Dia...
Hadir Seperti Dedaunan yang terbawa oleh angin...
Mengisi Ruang Hati yang penuh namun tak sesak...
Menghempas Kesedihan dan Amarah yang terbalut asmara...
Meraba sisi hati yang tak tersentuh
Mencoba menguasai diri, sendiri, berdiri, dalam jati diri dan hati yang iri..

Dia...
Motivasi, Expresi, namun tak tereksekusi
Karya Pesona Menebar asmara dan aroma rasa...
Alunan nada lewat jari-jemari merubah makna...
Hitam dan Putih membawa semerbak pesona yang ada...
Namun berlari bersama hati yang terpilih....

Dia...
Menghiasi malam dalam perjalanan ke pulau mimpi...
Gambar wajah yang datar namun penuh pesona...
Entah sengaja atau tidak sengaja bergejolak dipikiran...
Lagu dan irama menemani kesaksian cinta...

Aku...
Terbuai, terbang, melayang, dalam pesona semu...
Harapan berharap kerap terserap pengap...
Namun hati menyambut pesona sukma membawa ceria...
Mungkinkah Dia...?
Akankah Dia...?
Adakah Dia...?
Aku dan Dia hanya cerita...

SONG WRITING by Indra Bayu Rusady


Songwriting
Setelah membaca artikel tentang Songwriting, saya memiliki beberapa rangkuman tentang menulis lagu.
Dalam penulisan sebuah lagu terdapat sejumlah point-point yang harus kita perhatikan dan di pahami, karena menulis lagu adalah bagian besar dalam sebuah interaksi antara musisi terhadap pendengarnya.
Beberapa point yang saya dapat mengenai Songwriting adalah:
1. Memulai penulisan dengan yakin dan tidak bertele-tele, jangan terlalu banyak mempertimbangkan sesuatu dari awal, karena akan membuat mood menurun, langsung saja mulai menulis walau jelek, ingat kita dapat meng edit tulisan kita kapanpun.
2. Menentukan tema, baik menulis lagu yang memiliki lirik maupun hanya instrumental, tetap harus ada tema nya, dari tema ini lah kita dapat mencocokan dengan judul lagu nya.

3. Pahami dan pelajari tehnik, maupun teori. Dengan mempelajari sejumlah tehnik dan teori-teori musik maka akan sangat berpengaruh terhadap kualitas musik yang kita buat, alangkah baiknya bila kita menulis dengan wawasan yang cukup, tidak harus seperti penulisan karya orkestra, atau advance dalam belajar teori musik, setidaknya kita tahu dan paham bagian-bagian dasar dalam sebuah lagu seperti intro, verse, reff, outro, dll

4. Penambahan inspirasi, dalam proses penulisan lagu baik nya dilakukan secara bertahap, karena suatu ide bagus jarang sekali datang di waktu yang bersamaan ketika menulis, jadi persiapkan lah alat tulis atau recorder apabila se waktu-waktu datang ide bagus dan menuangkannya dalam penulisan kita.

5. Banyak mendengar musik lain. Selain sebagai referensi, setidaknya kita tahu tentang genre-genre musik, dan juga dapat menghindari dari masalah tuduhan peniru musik lain.

6. Lirik, sangat menentukan sebuah lagu. Lirik yang fleksibel dapat menambah makna dari penyampaian, misal “aku cinta padamu” menjadi “padamu aku mencinta”. Juga lirik yang seperti berbicara kepada orang. Penggunaan bahasa pun dapat bergantung dari jenis lagu nya. Lirik sangat berpengaruh karena dari lirik lah kebanyakan orang dapat mengerti sebuah karya lagu.

7. Form, urutan form yang baik dan tepat dapat mempengaruhi emotional sang pendengar, seperti reff terletak setelah bridge, bukan setelah intro.

8. Setting mood yang tepat, bila lagu cenderung bertema sedih, maka buat lah tempo melambat, dan bila ceria buat lah agak cepat.

9. Lihat kondisi sosial, sesuai dengan tujuan sang penulis, bila ingin lagu kita laku dan disukai banyak orang, maka kita harus menyesuaikan dengan kondisi selera sosial masyarakat sekitar dan pasaran.

10. Minta pendapat dari musisi yang mengerti tentang Songwriting, tunjukan karya kita dan minta pendapat dari para ahli, maka kita dapat menulis lebih bagus lagi dan mengetahui kelemahan kita.

11. Jangan lupa buat copyright dari karya mu.

Dari beberapa point di atas, saya berpendapat bahwa, menulis sebuah lagu banyak sekali hal yang perlu di perhatikan. Sebagai musisi pasti amat penting memiliki keahlian menulis sebuah lagu, juga terdapat keuntungan yang sangat besar apabila kita mempelajari Songwriting, kita dapat memiliki karya sendiri dan lagu yang tertulis oleh diri sendiri adalah salah satu bentuk sosial sebagai profesisi musisi dalam suatu masyarakat.
Banyak juga musisi yang mempelajari musik tapi tidak menulis lagu dan hanya memainkan dan mengarransi ulang karya orang lain, namun menurut saya musisi yang mempelajari musik namun tidak menulis lagu, bagaikan seorang dokter yang tidak mau mengobati orang sakit.

Sumber artikel: http://www.wikihow.com/Write-a-Song & http://indraaziz.net/2009/10/10-tips-menulis-lagu/