Dia
Dia datang ketika ku mengenang
Dia datang diatas hujan yang
menggenang
Mengapa dia kemari? Apa yang
dicari?
Kepala yang matang dibalik muka
yang cemerlang
Di dalam hati yang gersang, dia
datang.
Mengapa dia kemari? Apa yang
dicari?
Sungguh penasaran ini menghantui.
Tanpa tahu apa yang dimaui.
Tangannya yang elok melambai
untuk sesosok tangan yang
melambai.
Sungguh ingin ku raih tangannya.
Meski harus melambai tanpa jera.
Sungguh ingin ku ketahui dirinya.
Meski harus mencoba seterusnya.
Ah, apa yang kupikirkan.
Apa yang bisa ku karyakan jika
aku buta tentang dia?
Apa yang bisa ku dapatkan jika
ini hanya sebuah jenaka?
Apa yang bisa ku pertahankan jika
ini hanya nafsu belaka?
Apa yang bisa ku rasakan, jika
ini hanyalah sebuah mimpi belaka?
Baiklah. Biarlah ini menjadi
mimpi..
Dengan akhir yang tidak
diketahui..
No comments:
Post a Comment