Song Writing
Banyak orang berpikir bahwa membuat satu lagu yang hits bisa dikerjakan kapan saja dan dimana saja sesuai keinginan sang pencipta. Tapi, ternyata tidak demikian. Di balik "light bulb" yang tiba-tiba muncul dan membuat sang penulis mengatakan "Aha!" ada proses di bawah sadar yang telah berlangsung bertahap-tahap sejak berhari-hari bahkan bertahun-tahun sebelum "light bulb" muncul. Proses itu yang akan mempengaruhi dan membedakan gaya lagu dari satu penulis ke penulis yang lain. Bisa dari pengalaman pribadi si penulis lagu, lingkungan, ataupun yang lain-lain. Bisa juga dari tumpukan hal-hal yang mempengaruhi penulis selama bertahun-tahun. Dan itu pula yang membuat lagu menjadi lebih original. Jadi, untuk membuat lagu hits yang memuncak chart-chart musik di dunia tidak asal main gitar lalu langsung menentukan tension-tension serta ritmik saja. Perlu percobaan serta pendalaman emosi serta musik itu sendiri untuk membuat lagu yang original, dan dapat diterima masyarakat.
Selain dari pendekatan pribadi si penulis, faktor lain yang mempengaruhi lagu itu dapat diterima dengan baik atau tidak ialah dari struktur lagu tersebut. Lagu yang enak didengar memiliki ritmik atau nada yang berbeda di tiap-tiap bagian lagu.
Contohnya, untuk verse, disarankan sebaiknya tensi tidak lebih tinggi dari chorus ataupun bridge. Jika tensi dari verse hingga ke akhir lagu sama, maka lagu itu cenderung terdengar lebih membosankan. Sementara secara ritmik, disarankan untuk menggunakan ritmik pattern yang berbeda antara verse dan chorus. Tujuan dari perbedaan ritmik adalah untuk memudahkan pendengar untuk memahami bagian-bagian dari lagu, dan agar terdengar lebih terstruktur. Lagu yang terstruktur cenderung lebih mudah dihafal dibanding yang tidak. Sementara yang terakhir ialah progresi chord. Disarankan progresi chord yang digunakan di tiap-tiap bagian dari lagu berbeda, agar tensi serta bagian dari lagu dapat dipahami lebih mudah untuk pendengar. Umumnya, progresi dari verse dan chorus tidak terlalu beda jauh, hanya saja pada chorus dibuat sedikit lebih naik tensinya dari segi chord. Pada bridge, disarankan menggunakan chord yang memiliki tensi lebih besar dibanding chord-chord dibagian lain, karena bagian bridge pada umumnya adalah tempat tensi lagu tertinggi tercapai.
Jadi kesimpulan dari paragraf-paragraf diatas adalah untuk membuat sebuah karya musik yang original dan mudah diterima masyarakat memerlukan banyak latihan-latihan serta perhatian yang lebih kepada diri kita masing-masing. Lebih memahami diri sendiri ialah kuncinya. Disamping dari pemahaman pada diri sendiri, teori musik juga faktor penting dalam song writing. Untuk dapat membuat musik yang dapat diterima masyarakat serta berkualitas, dan tetap mempertahankan originalitas, maka teori musik adalah hal yang mutlak untuk dipelajari.
No comments:
Post a Comment