What About Us

A crazy bunch of people who does crazy things (in the perspective of the world). Truth is... we study, not because we want to change the world. But because we want to change ourselves, so we shall be a role model for the rest of the world & help our community. Speak less, do more... We learn to develop a good moral, empathy and skills. Our aim is to be of a good influence to the world through the performing arts (music, dance and drama) that we create. We share it to others just because we care.

Tuesday, November 29, 2011

Sejarah Bahasa Indonesia


         Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu Bangsa Indonesia yang besar ini, yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa. Bahasa Indonesia pertama kali dideklarasikan sebagai bahasa nasional pada hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, dan diresmikan sebagai bahasa nasional berdasarkan UUD 1945 pasal 36.  

Berabad-abad yang lalu Bahasa Indonesia belum terbentuk seperti sekarang ini. Bahasa Indonesia terbentuk dari percampuran Bahasa Melayu, Sanskerta, Arab, dan juga sedikit bahasa Portugis dan Belanda akibat penjajahan. Berdasarkan catatan sejarah, Bahasa Melayu digunakan oleh Kerajaan Malayu (Kerajaan Hindu-Budha) yang berkuasa pada abad ke-7 Masehi di hulu sungai Batanghari, Jambi – Sumatera. Pada akhir abad ke-7 Kerajaan Sriwijaya mengambil alih kekuasaan Kerajaan Malayu, dan Kerajaan Sriwijaya (Kerajaan Hindu-Budha) yang menguasai jalur perdagangan turut menyebarkan Bahasa Melayu ke daerah-daerah lainnya di Nusantara sampai ke Filipina. Aksara yang digunakan adalah aksara Pallawa. Asal kata 'aksara' merupakan sebuah istilah bahasa Sansekerta yang berarti suku kata yang bersifat sakral. Aksara adalah sebuah sistem penulisan bahasa dalam bentuk simbol yang memiliki bunyi (fonem). Kerajaan Melayu yang sudah tersingkir bermigrasi ke Semenanjung Malaka (Semenanjung Malaysia) dan membangun kembali kerajaannya.
Berikut ini adalah ilustrasi sejarah perubahan Aksara Pallawa :
Wikipedia. 2011, Berkas : Pallawa. [online] <http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Palllawa1.jpg> [Accessed 30 November 2011]

Jika ditelusuri lebih jauh ke belakang, akar Bahasa Melayu itu sendiri adalah Bahasa Sanskerta yang sudah ada sejak sebelum masehi. Menurut penelitian Sir William Jones, Bahasa Sanskerta merupakan rumpun bahasa Indo-Eropa yang penyebarannya meluas ke daerah Eropa menjadi Bahasa Jerman, Armenia, Baltik, Slavia, Roman, Keltik, Gaulis, dan di daerah Asia menjadi Indo Iranika dan Indo Arya (daerah India). Sir William Jones, pada kesempatan berceramah kepada Asiatick Society of Bengal di Calcutta, 2 Februari 1786, berkata:

"Bahasa Sanskerta, bagaimanapun kekunaannya, memiliki struktur yang menakjubkan; lebih sempurna daripada bahasa Yunani, lebih luas daripada bahasa Latin dan lebih halus dan berbudaya daripada keduanya, namun memiliki keterkaitan yang lebih erat pada keduanya, baik dalam bentuk akar kata-kata kerja maupun bentuk tatabahasa, yang tak mungkin terjadi hanya secara kebetulan; sangat eratlah keterkaitan ini, sehingga tak ada seorang ahli bahasa yang bisa meneliti ketiganya, tanpa percaya bahwa mereka muncul dari sumber yang sama, yang kemungkinan
 sudah tidak ada."­ 
Wikipedia. 2011, Bahasa Sanskerta. [online] <http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sanskerta> [Accessed 30 November 2011]
Bahasa Sanskerta adalah cabang dari Indo-Arya, yang berasal
dari rumpun Indo-Eropa. Bahasa Sanskerta banyak
mempengaruhi Bahasa Indonesia yang kita kenal saat ini

Kaskus, 2009. Bahasa Indo-Eropa. [online] <www.kaskus.us/ showthread.php?t=2617595> [Accessed 28 November 2011]
        Penyebaran Bahasa Sanskerta ke Asia Tenggara diperkirakan terjadi pada abad ke-1 dan 2 Masehi melalui perdagangan laut oleh bangsa India. Jalur perdagangan ini selain membawa bahasa juga membawa penyebaran agama Hindu dan Budha yang dimulai di daerah Sumatera dan menyebar ke daerah Jawa, Kalimantan, hingga Indonesia Timur sampai abad ke-15. Bahasa Sanskerta yang selama kurun waktu + 15 abad telah diadaptasi menjadi Bahasa Melayu menjadi bahasa yang dipakai sehari-hari sebagai bahasa perdagangan pada masa itu. Bahasa perdagangan yang dipakai disebut sebagai Bahasa Melayu Pasar, sedangkan bahasa yang dipakai dalam lingkungan kerajaan disebut sebagai Bahasa Melayu Tinggi. Namun selain daripada itu, Bahasa Sanskerta yang tersebar di daerah Jawa juga menjadi bahasa Jawa kuno yang dipakai di Kerajaan Hindu-Budha seperti misalnya Kerajaan Majapahit yang berkuasa pada abad 13-15 Masehi. Bahasa Sanskerta yang telah diadaptasi secara langsung ke Bahasa Indonesia yang banyak dipakai menjadi bahasa sehari-hari sekarang ini misalnya adalah bahasa, cahaya, pahala, anugerah, bagian, bangsawan, bidadari, cerita, cinta, dan masih banyak lagi.

Masuknya pedagang arab sejak abad ke-9 Masehi turut memberikan sumbangan terhadap ragam kata Bahasa Indonesia. Pedagang arab turut menyebarkan agama Islam melalui transaksi perdagangan sehingga pada akhirnya Kekuasaan Islam mulai menguat sejak abad ke-13 Masehi dimana bentuk kekuasaannya adalah kesultanan. Kata-kata Arab yang diserap menjadi Bahasa Indonesia misalnya adalah  abad, bandar, daftar, edar, fasik, gairah, hadiah, hakim, ibarat, jilid, kudus, mimbar, sehat, taat, dan wajah.

Pedagang Portugis yang mulai masuk ke tanah Nusantara sejak abad ke-16 Masehi juga memberikan kontribusi terhadap Bahasa Indonesia, seperti misalnya algojo, bangku, dadu, gardu, meja, picu, renda, dan tenda. Para pedagang Belanda yang masuk ke Nusantara sejak awal abad ke-17 Masehi hingga pada akhirnya menjajah Indonesia selama 350 tahun turut memberikan banyak konstribusi terhadap Bahasa Indonesia, misalnya seperti abonemen, bangkrut, dongkrak, ember, formulir, dan tekor.

Sejak deklarasi Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, Bahasa Indonesia ditetapkan menjadi bahasa persatuan. Komisi Bahasa Indonesia didirikan pada tanggal 20 Oktober 1942, yang bertugas menyusun tata bahasa normatif, menentukan kata-kata umum dan istilah modern. Bahasa inilah yang digunakan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sampai sekarang, Bahasa Indonesia masih merupakan bahasa yang terus berkembang dengan menyerap berbagai kata-kata baru yang saat ini bisa dikatakan lebih banyak diserap dari kata-kata dalam Bahasa Inggris. Sehingga suatu saat, harapan kita semua sebagai Bangsa Indonesia, Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa yang memiliki keragaman kata-kata yang luas dan tata bahasa baik yang menggambarkan ciri bangsa kita dan juga sebagai pemersatu bangsa kita sendiri, yaitu Indonesia.

No comments:

Post a Comment